Juli part 2: adaptasi menjadi seorang terasing

hujan. tak jauh berbeda. lagu itu lagi yang terdegar. Desember dari Efek Rumah Kaca. jika pemutar musik di ruang depan tidak dapat memenuhi mauku memutarnya, aku beralih untuk merebahkan badanku di kamar depan lalu menyesakkan kedua lubang telinga dengan alunan lagu itu.
entah mengapa. aku benci hujan.
aku ingat, ketika hujan beberapa minggu lalu. ketika kami mulai mengingat nama masing-masing. ketika kami memulai apa yang disebut dengan kerja sama. mengatur jadwal bersama untuk mengerjakan program-program, piket, sampai mempersiapkan makan.
aku ingat. ketika hujan beberapa minggu lalu, kami sedang terduduk rapi di ruang televisi, meneriaki grup sepakbola yang kami bela. terserah apa kata yang lain, kami tetap mengomentari sesuka kami.
aku ingat, ketika hujan beberapa minggu lalu, ketika kami mulai menghirup udara baru dan mulai terbiasa. ketika kami bertemu orang baru lagi dan lagi. ketika kami terbiasa menaiki mobil pick up ataupun berjalan kaki ke balai desa melewati tanjakan dan jalan tak layak.
aku ingat, ketika hujan datang beberapa minggu lalu, ketika aku mengalahkan egoku untuk tidur beralaskan kasur tipis, atau terkadang hanya karpet saja. ketika mulai terbiasa mencuci piring di kamar mandi. bahkan mencoba mencabuti bulu ayam. atau terkadang menghubungi ibu untuk bertanya resep memasak.
aku ingat. ketika hujan beberapa minggu lalu.



ketika aku mulai mengingat nama-nama mereka di luar kepala. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments: