SUDAH LELAH SIAL PULA

Hari ini, saya awali dengan blogging. Maklum, baru pasang internet unlimited! ^_^
Siangan sedikit, saya telfon temen sekelas saya. Bosan juga di kost-an terus.

saya(S): ye, dimanaa?
yeye(Y): di kost-an bu, knapa?
S: penat rasanya..
Y: ikut latgab aja yukk
S: ngapain aja tuh?
Y: simulasi aja. kita jadi maba.
S: hah? males. gue trauma jadi maba. secara ga lulus ospek gitu.
Y: santai aja kali, yang jadi tatib kan temen sendiri
S: iya sihhh
Y: gue mau ke jegeg ikut ga?
S: hah??? mauuuu
Y: mau pesen apa? ntar gw pesenin.
S: bumbu balii. huaa, kangen bebek jegeg.
Y: ya udah, ntar gw sms kalo udah di sana.

Saya mengakhiri telefon denga pikiran kalut. Oh no, makan bebek?? Hiks, diet gagal!
Sampai di Jegeg, bebek saya sudah jadi. Karena sudah makan daging bebek yang digoreng pula, saya memilih tidak pakai nasi. Ayo Gita, kuatkan tekadmu!!!

Dan saya cukup puas walau tanpa nasi, karena bebek bumbu bali nya nampol abis walau berharga belasan ribu-yang terasa amat mewah untuk anak kost-an seperti saya.

Setelah selesai makan, saya dan teman teman ke kampus, sampai kampus kita jadi maba. Huaa, dibentak bentak seperti ini membawa saya pada kenanga masa lalu ketika menjalani ospek dan TIDAK LULUS. Sekedar curhat dikit, saya tidak hadir pada hari outbond saja, karena memang sedang alergi dingin. Hiks. Padahal sudah pakai surat dokter.

Back to the story, ternyata disinilah awal kesialan saya. Dimulai dengan tumpahnya air di tas saya. Pertama cuek saja, tapi begitu melihat handphone kesayangan yang sudah menemani dari 3 tahun lalu, saya cuma tarik nafas. Huaaa, layarnya kebalik. Teman teman saya malah pada tertawa baru memberi solusi, dan terdengar sedikit aneh.

Indah, yang kebetulan di sebelah saya menyarankan: 'lepas semua batre sama kesing, terus lo masukin ke plastik taro di magic jar' hah?? Saran yang aneh. Magic jar saya tidak ada nasinya gimana?? Indah jawab lagi: 'ya lo taro di magic jar yang ada nasinya'. Huaaa, bikin saya emosi bocah ini.

Saya tanya ke pacar juga waktu dia telfon. Dia bilang 'di hair drier aja' ehmm, sedikit masuk akal dibanding saran Indah.

Akhirnya, saya lepas semua body hp saya, dan menunggu saatnya pulang. Huff, latihan gabungan ternyata begitu lama...

Sepulang dari latgab, saya dan teman teman pergi ke Kedai Indra. Aduh, udang saus padang sungguh menggoda. Tapi, tidak tidak, iman saya masih kuat, akhirnya pesan cah kangkung saja. Dan mencicipi sedikit ayam nanking.

Selesai makan, kami ngobrol sedikit tentang rencana ke Inul Vista besok malam. Si Yeye mau traktir katanya. Ide karaoke ini didasarkan pada kegilaan kami yang suka nyanyi tak jelas. Hahahaha. Kayaknya bakalan seru nih besok. :) *hope so*

Kesialan saya dilanjutkan dengan hilangnya uang saya! Selembar biru lima puluh ribuan! huaaa, makan dua hari nih. Hikss...

Lalu saya menghibur diri dengan membuka laptop dan mencoba melihat hasil scan foto fisheye saya yang begitu indah saya cetak. Dan setelah di scan....
TARAAAAA....
Jelek abis!






Padahal sudah saya cuci cetak, warnanya lebih adem, hm... lebih lomo banget. Saya tau pasti, tukang foto di dekat kost saya memang hobi asal edit foto orang! Makanya bisa dilihat, fotonya normal. Padahal lomo kan suka ga normal. Aaaah, balikin duit 15ribu gueee!!!!!

Yah, lelah dan sial sekali hari ini....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

MARI MELIRIK LIRIK LAGU ^_^


Tadi search lagu ost. LASKAR PELANGI. Dapet juga, lagunya asik-asik. Liriknya apalagi.
Nih ada beberapa liriknya,


SHERINA
Wrote The Song : Ku Bahagia
Inspired by The Friendship Of Laskar Pelangi

Kita bermain-main
Siang-siang hari Senin
Tertawa satu sama lain
Semua bahagia, semua bahagia

Kita berangan-angan
Merangkai masa depan
Dibawah kerindangan dahan
Semua bahagia, semua bahagia

Matahari seakan tersenyum
Walau makan susah walau hidup susah
Walau tuk senyum pun susah
Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan
Oh Ku bahagia


Kita berlari-lari
Bersama mengejar mimpi
Tak ada kata tuk berhenti
Semua bahagia, semua bahagia

NIDJI
Wrote The Song : LASKAR PELANGI
Theme Song Dedicated To Laskar Pelangi

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Raih bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa
Cinta kita di dunia..
Selamanya

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia..

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia..
Selamanya



Lagunya enak dua-duanya!! Liriknya juga kereeeen.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

LIBURAN SERU!

Liburan ini hepi banget! Tiga minggu bareng keluarga!
Liburan dimulai dengan makan-makan. Merayakan ultah Dig-dig ke 15. Keluarga inti aja sih yang makan-makan. Seperti biasa, acara makan-makan diselipi obrolan obrolan ringan aja.
Kebetulan, ada sepupu juga yang ultahnya sama, jadi, malem minggu nya kita ke rumah Timmy. Makan-makan lagi. Seruuuu abis. Apalagi part si trio macan-ival,tiar, dan esther-pengen nyanyi. Padahal mereka udah latihan abis-abisan buat ngafalin lirik, eh, si uda nya ga bisa mainin keyboard buat lagu itu. Jadilah, mereka pasang muka antagonis. Apalagi waktu uda jadi sibuk sama tamu tamu yang lain, dan mereka ga jadi nyanyi. Semua tampangnya bawang merah abis, antagonis. Ahahaha.
Liburan dilanjutkan dengan BELANJA!!! Kebetulan, saya dan mamim punya hobi yang sama, yaitu menelusuri SALE! Dan pas banget, sebelum lebaran kemarin, sale ada dimana-mana. Jadilah, saya dan mamim-dan Ival-berdesakdesakan di salah satu room gedung artagraha untuk ikut asik memilih-milih barang sale. Sebenarnya, belanjaan saya tidak heboh-heboh banget, tapi seni belanja dan berdesakan itulah yang saya suka! Haha.
Belanja dilanjutkan di Bapindo, Point Square, dan banyak lagi.
Hari berikutnya adalah menemani adik ke KIDZANIA. Sudah lama adik saya-si Ival, merengek minta ditemenin ke KIDZANIA. Tapi, belum sempat juga, sampai kemarin, adik saya mendengar sedang ada sale setengah harga di KIDZANIA. Wah,tanpa ragu, kita kesana! Haha. Saya, mamim, ival, dan digdig-adik kedua saya. Saya nyesel juga kenapa umur saya sudah 18, karena disana batas umurnya 16 tahun. Huhu..
Ival asik sendiri mencoba berbagai profesi, sedangkan si Dig-Dig, yang awalnya malu karena merasa sudah terlalu tua untuk ikut main, malah asyik sendiri juga. Hahaha.
Hari itu diakhiri dengan belanja di Mitcybell-yang lagi sale- dan makan malam di PS. Huff, capek sekali memang.
Hari berikutnya, saya, mamim, ival, dig-dig, dan kali ini bareng Bapak juga, kita nonton Laskar Pelangi di Botani XXI. Seruu... Si Ival senang sekali, apalagi lagu Soundtrack dari Nidji-nya. Si mamim dan papip mojok berduaan. Hehe. tadinya, saya yang duduk di pojok, tapi disuruh switch. Haha. Biarin deh, biar si mamim dan bapak berasa pasangan abg!
Liburan saya dilanjutkan dengan berenang di Bogor Raya. Wihh, puas banget berenangnya! Udah lama memang ga berenang, jadi puas banget bisa dua jam main di air.
Wah, liburan kali ini berasa banget deh. Apalagi waktu kedatengan sepupu-sepupu. dari mulai Esther sampe Bila yang nginep di rumah. Jadi jalan-jalan terus!!
Sayang, udah harus masuk kuliah lagi. Huff...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

THE END, ISN'T IT?

Boleh tidak saya merasa putus asa?
Bolehkah saya merasa jalan yang saya tempuh ini salah?
Kekecewaan saya sudah bertumpuk.
Terlalu banyak malah.
Memenuhi fikir dan rasa.
Yang anehnya, entah mengapa saya tak bisa ungkapkan.
Biarlah saya rasakan sendiri.
Karena untuk berbagi, rasanya sulit sekali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

LASKAR PELANGI


Sebenarnya, sudah lama saya tertarik untuk membaca novel best seller mahakarya Andrea Hirata, tapi apa daya, susah sekali memantapkan niat itu. Hehe. Sampai akhirnya, saya tau Mira Lesmana akan memvisualisasikan novel ini. Wuihh, yippiesss!!! Saya tidak perlu repot-repot baca novelnya!! Padahal, sebenarnya saya adalah orang yang suka baca, malah dulu saya selalu lebih puas baca novel daripada liat filmnya. Lebih puas bikin visualisasi sendiri, begitu pikir saya. Tapi, entah mengapa memang semenjak kuliah nafsu membaca saya menurun drastis. Jadi, saya sangat menunggu nunggu film Laskar Pelangi.
Ketika saya sudah tau Laskar Pelangi sudah tayang di Botani XXI (cieee, Bogor punya XXI, booo), saya segera mengirim pesan singkat ke Papip-my lovely dad-yang kebetulan sabtu itu bertugas ketemu klien di lapangan golf. 'Pip, Laskar Pelangi yuk malem mingguan' begitu sms saya. Ternyata Papip setuju untuk menghabiskan malam minggu di bioskop. Jadilah, sore itu saya berangkat bersama Papip, Mamim, dek Ival dan dek Digdig ke Botani.
Jam tujuh teng, kita masuk ke studio. Selama pemutaran film, saya sangat menikmati suguhan Riri Riza ini. Mungkin, karena saya tidak baca bukunya, jadi saya merasa film ini bagus sekali. Sangat terlihat semangat para Laskar Pelangi ini. Dan sejujurnya, agak membuat saya malu. Hehe. Saya yang dicekoki berbagai fasilitas kok keinginan sekolahnya ya gitu gitu aja, sedangkan Lintang, yang harus melalui berbagai rintangan, masih saja sulit untuk mendapat pendidikan yang mungkin hanya sekedar saja.
Ya, menurut saya film ini sangat kental dengan mimpi dan bagaimana mimpi itu diwujudkan. Tapi, ternyata tidak hanya itu. Mungkin karena faktor kedewasaan juga, Papip saya punya filosofinya yang lebih dalam (cieeee). Memang sudah menjadi hobi saya untuk menggali pemikiran ayah saya, entah mengapa mendengar perkataan Papip tuh seru sekali.
Diawali dengan keinginan saya untuk kursus jahit tapi tidak tau mengapa, si Papip tiba tiba nyambung ke Laskar Pelangi. Dan akhirnya kita asik bahas tentang Laskar Pelangi the movie ini. Menurut Papip, ada beberapa filosofi dari film ini, yang pertama adalah tentang mimpi, mimpi bisa mendorong seseorang begitu ingin mewujudkannya. Bagaimana bu Mus sangat ingin memberikan pendidikan bagi mereka yang tidak mampu, bagaimana Ikal dan teman temannya begitu ingin belajar dan bersekolah.
Dan seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak hanya itu. Film ini juga memberi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, keterbatasan malah menimbulkan kreativitas lebih. Bagaimana Lintang yang menyempatkan diri membaca koran sampai bagaimana Mahar bisa memberikan pertunjukan yang tidak semegah drum band, tapi ternyata bisa mengalahkan dan bisa menjadi pemenang dalam karnaval. Anak-anak ini tidak memiliki ruang yang luas, tidak memiliki buku, atau sumber informasi yang anak-anak lain miliki. Tapi, Mahar bisa sangat kreatif membuat tarian, dari apa yang ia dengar dari radio tape bututnya, dan bahkan dari alam yang mengelilinginya. Keterbatasan yang mereka miliki ternyata dapat mendesak mereka untuk mewujudkan mimpi mereka dengan kreativitas.
Tidak hanya itu, di saat anak anak lain memilih kalkulator dalam menghitung, ternyata laskar pelangi ini 'hanya' dibekali seikat lidi saja untuk menghitung. But fyi, i used this! Waktu saya mulai belajar menghitung, saya juga dibekali seikat lidi oleh Papip dan Mamim saya. Saya agak miris makanya, melihat anak sekarang yang terkontaminasi alat-alat elektronik yang membuat mereka merasa masalah dapat denga mudah diselesaikan.
Back to the topic, ternyata Riri Riza juga memberikan gambaran bahwa pasti ada sesuatu yang harus kita bayar untuk mendapatkan sesuatu. Mungkin orang yang lebih beruntung itu mengorbankan uang, tapi anak Laskar Pelangi ini tidak diberikan cuma-cuma untuk meraih kemenangan mereka. Kemenangan mereka dibayar dengan tubuh gatal-gatal. Ya, sesuatu tidak semudah itu kita raih, tidak hanya minta dengan ibu peri, lalu viola, dapat terwujud. Ketika kita mendapat sesuatu, kita harus merelakan sesuatu.
Point berikutnya adalah bagaimana Lintang juga dapat bertanggung jawab. Ingat ketika Bu Mus tidak mengajar berhari-hari, ketika anak lain berpikir buat apa mereka ke sekolah toh Bu Mus saja tidak ada, ingat apa yang dikatakan Lintang? Dia bilang, ayahnya pergi melaut untuk menyekolahkannya, kalau ayahnya mau pun, mungkin ia sudah dibawa ikut melaut, tapi nyatanya ayahnya ingin Lintang menikmati pendidikan, agar hidupnya pun lebih layak. Lintang melihat bahwa orang lain mungkin sudah merelakan sesuatu untuknya, ayahnya sudah merelakannya untuk tidak melaut, Lintang 'hanya' diberi tugas untuk sekolah, makanya dengan adanya hal itu menimbulkan sikap bertanggung jawab nya Lintang atas pengorbanan ayahnya.
Bukan hanya itu saja sikap bertanggung jawab Lintang. Ketika ayahnya hilang, Lintang pun sangat bertanggung jawab terhadap para adiknya. Bukan tidak mungkin Lintang tetap pergi ke sekolah, tapi ia merasa ia bertanggung jawab atas adiknya yang ditinggalkan oleh orang tua mereka.
Lalu pemikiran Bu Mus, bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, setiap anak berhak menikmati pendidikan.
Terakhir Papip mengatakan film ini mengambarkan bahwa tidak semua yang kita punya adalah milik. Dapat dilihat bahwa, para petinggi di pabrik timah itu pun tidak bisa selalu di atas, roda kehidupan berjalan toh? Ternyata ada saatnya timah itu pun harganya anjlok, timah sudah tidak digemari, dan membuat tidak ada lagi garis pembatas di dalam masyarakat. Ya, roda kehidupan berputar. Semua yang kita punya bukan milik. Semua yang kita punya adalah titipan. Ketika ia hilang, kita tidak boleh protes toh?
Mungkin, banyak hal lagi yang dapat digali dari film ini. Tetapi yang pasti, film ini harusnya sangat menginspirasi. Khususnya, buat saya yang masih pelajar. Harusnya, saya bisa lebih bersyukur, dan tidak menyianyiakan kesempatan saya untuk dapat menikmati bangku kuliah. Huff, semoga saja saya bisa lebih giat lagi dan lagi!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Gogirl! Addict


Kenapa yah, tiba tiba pengen nulis tentang majalah. For this case, it's about teen magazine.
Kenapa jadi ngomongin majalah? Ceritanya-seperti biasa,cerita dulu-saya iseng googling, searching about sale, dan sampailah pada forum salah satu website fashion gitu deh. After that,ga tau kenapa, gw jadi keasikan buat surfing di web fashion ini dan sampailah pada thread yang membahas tentang majalah remaja yang emang lg digandrungi. Yaps, i'm talkin' about gogirl! magazine. Dan saya jadi pengen bahas ini, di awal kemunculannya emang menghebohkan dengan fashion spread yang menyajikan pakaian yang wearable,dan yang asik pula sangat nyaman di kantong.
Ketika majalah sejenis menawarkan fashion yang sangat dramatis dalam design dan cutting, gogirl! memberi sentuhan chick and cute. Dan di samping majalah lain juga mengedepankan fashion dari top designer dengan harga wah, fashion spread gogirl! menawarkan alternatif dari kios kios baju ala mangdu. Dan ini emang yang cocok untuk segmentasi umur 15-22 tahun.
Dari segi tampilan, umur segitu sih belum layak lah-tepatnya belum pas-pakai baju ala designer dengan bentuk agak aneh-hasil pemikiran idealis sang designer. Umur segitu masih suka nongkrong di mall daripada ikut cocktail party,jadi baju atau dress dari top designer kurang pas ada di fashion page majalah remaja-kecuali edisi prom atau valentine mungkin,yang membutuhkan referensi dress. Dan yang pasti, dari sisi harga, gogirl! menampilkan baju dengan harga sekitaran seratus atau dua ratus. Tak jarang juga baju dari pasar senen masuk ke fashion page mereka. Lebih pas bukan daripada branded clothes yang harganya nyerempet jutaan?
Saya juga jadi tau bahwa majalah gogirl mencapai bep (break event point) tak sampai dua tahun!!! Gila juga hebat banget nih Moran Family!
Tapi, yang namanya kekurangan pasti ada, ga ada yang sempurna toh? Lama lama jadi bosen juga dengan fashion taste mereka, dan ternyata keluhan saya sama dengan mereka di fashon forum. Ya, kalo ga high waisted skirt, maxi dresses, legging, and gladiators. Ugh, eneg juga lama lama.
No no, i'm still in love with this magz. I-as a reader-just want it better.
Ga cuma punya 1 kiblat dalam fashion supaya kita juga ga bosen.
Btw,ternyata mereka punya their own boutique. I went to their shop yesterday. Dan saya baru engeh, terlalu banyak fashion item mereka yang mereka buat sendiri. Mungkin bagus juga, mereka ngambil barang dari toko mereka, tapi apa ga terlalu narsis yah? Mereka ini pinter banget baca peluang! Di saat hampir 80% remaja terkontaminasi oleh mereka, mereka produksi sendiri fashion item nya!
Saya termasuk yang pernah ikut terkontaminasi. Ingat sekali saya ke mangdu, ngiterin itc sambil bawa gogirl! And there's a lot of girls out there do the same! Untung, sekarang ga gitu, saya bisa keluar dari gogirlisme. Karena saya juga males kalau gaya saya sama dengan puluhan bahkan ratusan remaja di luar sana.
Gogirl! memang sukses menjadi racun! Kemarin saya ke toko mereka, banyak banget yang beli dan bilang 'ini ada di gogirl! kemaren! Beli ah' gosh, they buy it karena ada di gogirl! Seperti bahasan saya tentang lomo camera buyer, kamera saya jadi laku karena masuk gogirl! Mereka nanya tentang lomo pasti dengan 'ini kamera yang di gogirl ya?' huaaa, tapi gpp, efek sama dagangan gue, haha!
Yap, gogirl! thing is a big thing! Sampai kapan ya, all the girls out there tetap jadi GITHA MORAN look a like? With high waisted skirt and wear tshirt slipped on it? With gladiator, sling bags, and head band?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

FASHION BUYER=LOMO CAMERA BUYER

Terinspirasi dari postingan pak Levri tentang fashion buyer dan tentang jeli membaca peluang,maka lahirlah pemikiran saya untuk mencoba jual kamera lomo.
hehe.
Kenapa jual kamera lomo? Ada alasanya,
-kamera lomo user friendly,ga kayak dslr
-kamera lomo really cute!
-kamera lomo murah meriah
yang pasti dan paling ngefek:
-kamera lomo masuk GOGIRL! bulan september! dan menurut saya bisa jadi ini yang paling berpengaruh!
Semoga!
Jadilah,kebetulan ada yang jual kamera lomo yang dibeli langsung dari HONGKONG,ada 6 stok. Pertamanya sih agak ngeri ngambil smua,modalnya ituhh,3jutaa bok!
Huhu.
Ga makan deh guee!
Lebay*haha
Ya sudah,sambil meratapi duit tabungan yang melayang saya berharap duit saya setidaknya saya mengharap balik modal.
Segera saya posting di butik online saya plus saya promosikan ke pelanggan pocabelle via sms.
25menit pasca sms,hape saya jadi lemot kebanjiran sms. Gosh,ga nyangka deh segininya tanggepan buyer saya.
And finally, sekarang tinggal 2kamera yang nyisa dan harus saya kirim besok. Yang lain sudah saya kirim tadi sore,dan semoga sudah diterima oleh buyerku tercinta.
Dan yang pasti,tabungan saya kembali,bertambah malah.. ^_^
Puji Tuhan bgt dehhh.
Btw,thanks buat mbak dina,partner saya mendapat lomo dari HK.
Pacar tercinta yang meyakinkan dan menyemangati saya.
Orang tua yang memberi kebebasan saya dalam menjalani hidup.
Pak Levri yang blog nya menginspirasi.
Gogirl! yang begitu mempengaruhi pembaca setianya.
Dan yang pasti,para buyer tercinta:
Christie,MEDAN-COLORSPLASH CAMERA
Sisil,BALIKPAPAN-ACTIONSAMPLER FLASH CAMERA
Metha,CILEGON-HOLGA CAMERA STARTER KIT (GREEN)
Lisha,SEMARANG-FISHEYE2 BLACK CAMERA
Vebby,BANDUNG-FISHEYE2 WHITE CAMERA
Ovi,BATAM-DIANA+ WHITE EDITION CAMERA

Terima kasih untuk kepercayaannya. Semoga kamera sampai dengan selamat sampai tujuan.

Buat yang ingin nitip beli LOMO,bisa hubungi di web butik online saya.


XOXO,


POCABELLE COUTURE.


(pocabelle.multiply.com)





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

POCABELLE PHOTO SESSION


mau cerita tentang POCABELLE FOTO SESSION! hehe. Udah lama, sih. Tapi, blum sempet posting nih.

waktu mau pemotretan mepeeeet banget banget dehh.
inget banget lagi uts, malah di unpad mah uts beda beda
saya dan model adalah anak fisip sedangkan yang fotoin adalah anak fikom.
jadilah 2 hari sebelum baru menetapkan tanggal yaitu tanggal 19 dan 20 juni.

pemotretan ada 2 sesi.
sesi pertama di Jatingangor tercinta.
pertama di kiara payung, terus lanjut di universitas winayamukti.
seruu sih, tapi ya gitu udah kesorean,
dikejar waktu banget.
cuma dapet dikit fotonya.

sesi kedua lebih berkesan
karena hari terakhir kali yahh?
kita berangkat dari jam 11an.
langsung ke gedung merdeka,
karena iyunk-sang fotografer-ada janji sama dosen, akhirnya, agak molor.
kita pada cari makan siang dulu.
nahhh, sekitar jam 2an baru ready deh.

lebih seru.
lebih kerasa.
karena banyak orang yang lewat!
ahaha.
jadi seru aja, si model harus tebelin muka diliatin orang.
teruus, saya juga berasa jadi yang empunya butik
yang punya dagangan.
mesti lari sana sini, ngatur para model.
terus, adaaaa aja yang kurang.
bajunya kegedean lah, kurang aksesoris, ribet deh.
berasa deh, emang jadi fashion stylish harus kreatif kali yahh?
untung udah sedia penjepit kertas, buat ngakalin baju kegedean.
terus, bawa kertas krep gitu, digulung gulung, jadi deh headband yang katanya lagi in.
huehe.
kita foto di gedung merdeka sampe jalan braga.

jadi inget,
berasa artis dehh
terus, waktu di braga agak macet, ada orang yang pada fotoin pake hp dari mobil yang kena macet gitu.
hehe.
emang susah sih kalo tampang artis mah
*pede mode:on*

setelah capek, kita semua makan di.. PIZZA HUT!!
haha,
gila, pada parah juga makannya,
tapi, untungg sih udah balik modal.
ahaha
^_^

ini nih foto fotonya, gw ambil yang paling the best menurut gw yapp:









foto lengkapnya liat di:
www.friendster.com/pcbl
atau
pocabelle.multiply.com

xoxo,

POCABELLE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

CITA CITA

Kemarin dapet tugas dari dosen, disuruh bikin CV. Ditanya cita-cita. Bikin saya mikir lagi, apa ya cita cita saya. Jujur, saya juga lupa cita cita yang saya tulis di tugas itu apa. Hehe.
Tapi, sekarang jadi kepikiran lagi. Cita cita? Apa ya? Saya liat liat buku tahunan saya waktu SMP. Jawabannya klise banget yah: membahagiakan orang tua! Saya buka buku tahunan saya waktu SMA, jawabannya juga banyak yang kayak gitu.
Kenapa banyak yang ga ngasih secara spesifik, apa sih cita-cita yang bisa membahagiakan orang tua.

Kalo saya ditanya cita-cita, dari kecil sampe sekarang selalu berubah. Tapi, saya udah ketemu beberapa kegiatan yang saya suka dan saya jadikan sebagai cita cita. Waktu SD, saat semua ingin jadi dokter, jawaban saya adalah jadi pramugari, karena menurut saya, enak banget bisa keliling dunia gratis! Saya juga bilang saya ingin jadi penulis, karena tiap ada celah waktu saat pelajaran, saya suka sekali menulis asal di kertas, bukan pelajaran, tapi apa saja yang kepikiran pasti saya tulis.

Di buku tahunan SMP saya, saya tulis cita cita saya adalah menjadi penulis, aktivis, dan guru piano. Guru piano jelas sudah tidak mungkin, karena saya sudah stop belajar piano, tetapi, kadang saya suka ngajarin adik saya piano kalo dia lagi latihan (sepertinya saya akan cepat kalah jauh dari dia T_T). Jadi aktivis? ehm.. Masih pengen, tapi saya merasa saya kurang cocok, karena tidak bisa mengatur waktu. Kemarin sempat bikin CV buat greenpeace, tapi enggak jadi dikirim. Merasa belum mampu. menjadi penulis? Uhm.. Sampai detik ini saya masih cinta menulis.

Di buku tahunan SMA? Kebetulan tidak ada kolom cita-cita di buku tahunan SMA. Tapi, sewaktu memilih kuliah, saya ingat sekali, saya terobsesi jadi akuntan pajak karena saking cintanya saya sama akuntansi. Akuntansi adalah kegilaan saya waktu SMA. Saya bisa mengerjakan Akuntansi dimanapun saya suka. Kadang, kalau di angkot macet, saya suka iseng iseng ngerjain soal di buku. Tapi, pupus sudah, karena keterima di Unpad dan tidak jadi ikut tes di STAN.

Di SMA, saya tetap ingin menjadi penulis. Saya menyelesaikan novel pertama saya di SMA. Baru dibaca di kalangan teman sih, dan ternyata tanggepan mereka bagus ^^. hehe. Saya juga sempat menjadi wartawan tamu kawanku. Dan saya mulai kenal dengan blog.

Sekarang? Cita cita saya masih sama, penulis. Menulis adalah kegiatan wajib setiap hari. Saya lebih suka curhat dalam bentuk tulisan daripada harus curhat ke teman.

Selain menulis ada satu lagi yang menjadi dream job sebagai cita cita saya, yatu menjadi FASHION BUYER. Saya baru tahu, kalau fashion buyer ada pendidikannya, dan sangat amat ingin saya belajar di sana. Ini dikarenakan sifat saya yang doyan banget bangetan belanja. Pekerjaan ini cocok banget kan! Saya belanja tapi dibayar orang buat belanja!

Setelah lulus, kalau ada uang, pengeeeen banget course fashion buyer, terus kerja deh di ZARA, Mango, dan brand terkenal lainnya.

Intinya, saya tidak ingin bekerja sesuatu yang saya tidak suka. Saya tidak ingin jadi pegawai kantoran. Capek, dan monoton.

Jadi, kesimpulannya, cita cita saya: spend my life by shopping and writing!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

MY WAY

Jalan tak selamanya lurus, tak selamanya mulus. Kerikil pasti ada. Tinggal kita yang pilih, mau apa.

Akhir akhir ini mungkin saya mengalaminya. Menjalani sesuatu, dan merasa ada halangan di tengah jalan. Padahal saya sudah separuh jalan lebih. Bingung menghadapi si kerikil ini. Bahkan sepertinya bukan kerikil yang saya hadapi. Sebuah batu yang menghalangi jalan saya. Suara suara dalam hati juga ikut beragumentasi. Mengajukan pendapat mereka dan mendesak saya segera bertindak.

Yang satu teriak prasangkanya bahwa saya akan jatuh karena batu itu, ia mendesak saya untuk segera pergi, mundur teratur daripada harus jatuh dan malu. Harga diri, git. Harga diri, begitu terdengar sayup sayup.

Saya berfikir, menelaah perkataan itu. Mundur? Tidak tidak, saya sudah separuh jalan!! Jadi selama ini sia-sia??

Yang satu mencegah, terdengar pelan tapi pasti 'just wait and see. u can't go anywhere. stay in ur way, please. pasti ada perubahan' begitu katanya. Saya tidak boleh kemana-mana. Tunggu saja pasti ada perubahan.

Saya telaah lagi. Oh no no. JUST WAIT AND SEE? Angin saja susah menerbangkan kerikil apalagi batu inii?

Ternyata masih ada satu suara lagi. Just relax and think what u can do to fix it! Yup!! I MUST to fit it up! Batu itu harus disingkirkan. Bukan dihindari dengan mencari jalan lain, atau pun hanya kita pandangi dan berharap ia pergi. Kita harus usaha. Mengangkat ia pergi. Menyingkirkan ia dari jalan kita, agar kita segera sampai di tujuan.

Begitu juga dengan masalah. Ia datang bukan untuk dihindari, tetapi untuk dihadapi, dicarikan solusi pemecahannya, agar kita tetap fokus pada apa yang kita jalani!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments